MATERI PERKULIAHAN
desainn grafis
a.
Pengertian
Untuk
menghindari penafsiran yang keliru dalam judul makalah ini, perlu penulis
berikan definisi pengertian judul makalah ini, sebagai batasan kajian dalam
makalah ini yang berjudul“Peran desain grafis terhadap publikasi dakwah” adalah: Ajakan
untuk memperbaiki umat dengan menggunakan program desain grafis sebagai media kemasan dakwah
untuk memudahkan mad’u(umat) memahami
pesan-pesan Islam yang dikonsturksi secara interaktif untuk memperbaiki prilaku umat menjadi baik.
b.
Landasan Normatif
Sebagai pijakan dalam kajian ini penulis berlandaskan pada
Hadis Rasulullah saw. Khotibunnasi ‘ala
qadri ‘ukulihim artinya: Sampaikanlah
informasi atau berbicaralah kepada manusia sesuai dengan tingkat akal, budaya,
pikiran dan tingkat kecerdasannya.[1]
Makna yang tersirat dalam hadis ini, bahwa untuk menyampaikan pesan agama perlu
ada media penunjang untuk membantu Dai dalam memudahkan mad’u menerima informasi agama dari Dai dan Muballigh.
c.
Teori
Kajian desain grafis terhadap publikasi dakwah pada
prinsipnya banyak teori sebagai pilihan untuk mengungkap permasalah dalam
proses transformasi pesan agama tetapi penulis memilih teori McLuhan yang
dikutip Stephen sebagai pijakan paradigma untuk menelaah peran desain grafis
terhadap publikasi dakwah. Teori media McLuhan mengatakan bahwa media adalah
perpanjangan panca indra manusia.[2]
Dalam aplikasi teori ini dapat dilihat dalam skema sistem informasi berikut ini
sebagai pola atau unsur-unsur dalam mendesain pesan dakwah.

d.
Analisis
1.
Peran Desain Grafis
Sebelum
menganalisis peran desain grafis perlu dideskripsikan peran desain grafis dalam
lintasan sejarah dalam perkembangan hidup manusia banyak mengandung hal-hal
yang filosofis, misteri, terhadap keunikan manusia cara mencurahkan pikiran,
perasaan, keinginan dan kepentingannya. Keunikan manusia ini, melahirkan
peradaban yang maju dikala itu. Sebagai contoh karya Masterpiesce tentang
lukisan sapi betina sebagai alat menggarap sawah di dinding gua yang pernah
dibuat oleh seniman masa lalu dengan
teknologi apa adanya.[3]
Gambar ini jika dilihat secara sepintas maka ia sepeleh tetapi telah memberikan
kontribusi besar terhadap inspirasi dari gambar tersebut bagi pengembangan ilmu
desain grafis selanjutnya.
Salah satu
kekuatan karya-karya masa lalu adalah menjadi rujukan inspirasi bagi desainer
masa moderen khususnya dibidang komputer grafis. Karya desainer grafis masa pra-sejarah
mengekspresikan perasaan seninya lewat
dinding goa, kulit binatang,
pelepah kurma, kayu dan dimana saja yang dapat mereka tulis sesuai kondisi
dimasanya.[4]
Perkembangan ini terus berlangsung sehingga sampai pada masa komputerisasi hampir semua produk karya manusia didesain
lewat komputer. Ekspresi mereka ini jika ditelaah juga mengadung nilai-nilai
dakwah yang cukup memberikan inspirasi dalam perkembangan teknologi dewasa ini.
Sebuah karya desain grafis khususnya bidang seni
elektronik terbentuk dari prinsip-prinsip dari pengalaman, variasi, irama
(panjang lebar,tinggi rendah) sehingga dapat dikatan garis sebagai sesuatu yang
menungjang tanpa dimensi. Garis secara terminologi adalah kumpulan titik-titik. Semua
gambar dapat berbentuk dari hasil kumpulan titik. Hal ini tampak pada ekspresi
pikiran, perasaan, kepentingan yang kerap kali ditulis pada tembok, pasir,
kertas, kayu, batu, logam, daun, dan dinding.
Jika unsur
alam dapat menghiasi bingkai pesan-pesan dakwah bi al-Qalam elektronik yang dikemas lewat komputer grafis maka
dapat membantu otak menerima informasi. Peran
desain grafis terhadap publikasi dakwah dapat membantu otak mad’u lewat pesan yang telah dikemas
dalam bentuk multimedia sebagaimana yang ada sekarang adalah program hadis
digital yang terdiri dari sembilan kitab (kitabutis’ah).[5] Dengan kemasan hadis dalam bentuk kitab
digital seperti ini dapat mempermudah
Dai dan Muballigh mendapatkan hadis yang berhubungan dengan tema ceramah
yang akan disampikan kepada mad’u.
Peran desain grafis mengolah data untuk memudahkan panca
indra mencernanya, serta dapat memacu adrenalin untuk memahami hadis-hadis
tersebut dengan model animasi yang interaktif menerima pesan dakwah.[6]
Dalam implementasi dakwah peran desain grafis dakwah sebagai media untuk
mengemas pesan-pesan dakwah sangat memudahkan umat Islam untuk mengaksesnya
dibanding mencari kitab hadis yang belum diolah menjadi sebuah pesan-pesan
dakwah digital.
Pesan-pesan dakwah digital sampai sekarang ini masih
mengalami kendala dalam berbagai aspek akibat keterbatasan Sumber Daya Dai dan
Muballigh dalam bidang desain grafis sebagai media produksi kemasan informasi.
Keterbatasan ini memperlambat penyebaran pesan-pesan dakwah dalam mudahkan para
Dai dan Muballigh dalam mengakses hadis, Al-Quran, pandangan para ulama dalam
berbagai literatur disiplin ilmu demi kebutuhan dakwah masih sangat minim.[7]
Hemat penulis untuk pengembangan dakwah kedepan kemasan dakwah turut memberikan
akselerasi pesan-pesan dakwah kepada mad’u.
Pesan
dakwah tidak boleh monoton lagi tetapi ia laksana supermarket Dai dan Muballigh perlu menyediakan berbagai macam
pilihan kebenaran bagi mad’u sesuai
karakter budaya, tingkat pendidikan, yang dimiliki mad’u. Kemasan yang lebih menarik untuk memberikan ketertarikan
kepada orang untuk mengikuti ajakan tersebut.
Memberikan ketertarikan pada sebuah elemen
pesan dakwah secara umum ada enam unsur yang harus saling terintegrasi
yang digunakan dalam desain grafis multimedia motion diantaranya sebagai
berikut:
a.
Teks/simbol: adalah
dasar dari semua aplikasi sebagai tampilan makna dilayar style fonts yang ditampilkan dipilih yang nyaman dipandang mata
sehingga dapat menarik perhatian panca indra.
Teks adalah bagian dari desain grafis yang mempelajari bentuk bentuk
huruf yang sesuai dengan pesan yang akan disampaikan.
b.
Image: gambar atau vektor/bitmap
kekuatan gambar lebih kuat memengaruhi mad’u dibanding dengan sebuah teks.
c.
Movie:
gerakan, sebuah pesan akan lebih menarik jika terjadi motion (gerakan) dalam mendesain pesan dakwah.
d.
Animation:
Begitupula animation merupakan unsur
yang harus ada dalam sebuah pesan dakwah. Unsur animation yang bergerak dapat menjelaskan lebih akurat jika
dibandingkan dengan movie, kelebihan animasi gambar dapat di ulang-ulang
sesuai keingin mad’u.
e.
Sound: Suara yang disertakan memiliki kekuatan tersendiri yang
dapat mendramatisir pesan dakwah lebih menarik. Suara juga punya kelebihan jika
gambar bersuara sehingga memiliki karakter.
f.
User Control: Kelengkapan fasilitas pesan dakwah yang digunakan Dai dan
Muabbligh untuk mengendalikan program. Misalnya perpindahan dari halaman
kehalaman lainnya.[8] Inilah hemat penulis yang harus terintegrasi
dalam sebuah pesan dakwah yang akan dikemas dalam software desain grafis dakwah.
Jika semua elemen ini dapat diintegrasikan dalam mendesain
pesan dakwah maka secara teoritis pesan dakwah tersebut telah memiliki unsur
estetika yang mudah dicernah oleh panca Indra sebagaimana teori McLuhan tentang
media sebagai perpanjangan panca indra manusia. Karena pentinganya hal tersebut sehingga di butuhkan progrmammer
Desain grafis dakwah yang memiliki keterampilan dan ketajaman intuisi menyangkut keindahan
yang akan dikemas lewat komputer grafis.
Menurut Kusdiyanto bagi praktisi dakwah yang selama
sebagai akademisi desain komunikasi visual kecerdasan
imajinasi seseorang sangat tergantung pada kepekaan
terhadap kemudahan
seorang praktisi mendesain produk dakwah lewat kemasan informasi dakwah yang diproduksi secara khusus pada komputer grafis.[9]
Dalam kajian ini khusus menggunakan fasilitas komputer grafis untuk mengeksplorasi pesan-pesan dakwah.
Kajian
ini khusus mendesain produk pesan dakwah yang dikemas dengan teknologi komputer
grafis sehingga perlu mempelajari tahap-tahap dan unsur-unsur komputer grafis
dengan kemampuan masing-masing sehingga dapat mengetahui daya jangkau dan
kekuatan komputer grafis.
Kemampuan
melakukan penyusunan unsur-unsur dalam sebuah gambar, pesan dalam sebuah
publikasi turut menentukan kualitas informasi yang menakjubkan. Sebuah produk
yang tidak berguna bagi orang lain dapat dijadikan sebagai produk yang bernilai
tinggi jika telah disentuh oleh ilmu desain grafis dakwah. Karena berdasarkan
ada pesan Tuhan tidak ada satupun ciptaan Tuhan yang ada dimuka bumi ini
dicipatakan sia-sia tetapi semua memiliki fungsi yang orang belum temukan apa
manfaat dan kelebihan sebuah produk.[10]
Dengan bantuan program desain grafis kemasan informasi dakwah dapat
menghasilkan karya yang dapat merubah image
seseorang menjadi lebih mudah memahami ajaran Islam.
Unsur
dalam sebuah objek pesan dakwah memiliki sikap dan karakter masing-masing yang
memiliki fungsi sistemik saling menungjang dan memperteguh satu-sama lain.
Mulai dari titik, garis, gradasi warna, yang diproduksi lewat sentuhan mouse
dan key board sebagai alat input
dari komputer grafis dakwah.
Seorang
desainer, dengan nalar perasaannya, dapat membangun emosi secara permanen
sehingga dapat memancing sensasi, presepsi, sugesti, dan memperkayan imajinasi
orang yang menerima informasi itu dalam berbagai bentuk seperti gambar, garis,
simbol dan pesan yang bersuara atau tersusun dari multimedia.
Kecerdasan
imajinasi dapat muncul pada diri seseorang dilatarbelakangi oleh beberapa
faktor utama yaitu: faktor membaca dan kebiasaan mengolah perasaan, emosi yang
diekspresikan lewat gagasan karya seni berbasis digital pesan yang dapat
memanjakan dirinya dan orang lain. Desainer yang memasuki wilayah
subejektifitas karyanya dapat dinilai sebagai produk subjetifitas pula, tetapi
desainer yang memasuki wilaya rohani maka hasil dan karyanya dapat bersifat
universal sebagaimana sifat air, matahari, bunga, makanan, udara memiliki sifat
universal yang tidak pernah keluh-kesah memberikan bantuan kepada manusia siapa
saja tidak memilih dia dari agama apa dia tetap istiqamah terhadap ketentuan
Tuhan. Inilah puncak pencapaian nilai estetika yang dieksperikan oleh alam
sebagai wahana manusia membaca fenomena alam sebagai ibrah untuk membangun kecerdasan
imajinasi.
Ciptaan
Tuhan ini tidak pernah tersinggung, capek, malas melayani manusia selama 24 jam
mereka konsisten terhadap kodrat yang telah ditentukan oleh Tuhan dengan
tampilan wajah yang indah dengan struktur alam yang memiliki banyak paradigma.
Hemat penulis inilah karya seni yang memiliki nilai seni yang permanen. Konsep
ini, dapat dijadikan sumber pengetahuan untuk memberikan analogi bagi kemudahan
perkembangan ilmu desain grafis dakwah.[11]
Desain
grafis dakwah yang
professional perlu mengetahui komposisi. Komposisi berarti pengorganisasi
unsur-unsur rupa yang disusun dalam karya desain grafis dakwah untuk memanjakan
mata mad’u jika mengakses data. Atau
dapat dimaknai juga komposisi menurut Syariafudin komposisi adalah menempatkan
sesuatu objek berdasarkan
fungsinya/karakter yang tepat sehingga dapat memudahkan panca indra manusia
dalam mennyerap pesan-pesan dakwah. Hal ini diperkuat oleh teori Mc Luhan bahwa
media adalah merupakan perpanjangan panca indra manusia maka unsur-unsur yang
perlu diperhatikan dalam kemasan dakwah adalah prinsip-prinsip komposisi pesan dakwah antara lain:
a. Kesatuan: Satu ide
yang tersusun dari unsur-unsur warna, garis, teks citarasa, yang saling
mendukung dan membentuk satu kekuatan karakter yang indah dan menarik perhatian
panca indra manusia.
b. Menentukan dominasi
dalam sebuah titik fokus sehingga pesan yang disampaikan bisa tepat
sasaran. Misalnya dalam sebuah karya
desain grafik seni budaya Islam. Terdapat brosur tentang sejarah masuknya Islam
di Maluku. Dalam tulisan itu di tonjolkan tokoh pembawa Islam dengan
menggunakan bahasa khas sehingga orang dengan mudah inti pesan yang
disampikan. Begitu pula dalam dunia
fotografi ada titik fokus yang perlu ditonjolkan dalam komposisi image (foto) sehingga mata dapat mendeteksinya
bahwa yang dimaksudkan dalam foto ini adalah ini yang ditonjolkan atau pesan
yang ingin disampaikan.
c. Dominasi Ukuran:
sebuah karya desain grafis ukuran memiiliki daya tarik tersendiri. Untuk semua bidang perlu
diberi sentuhan garis sehingga semua bidang saling menunjang dan mengokohkan.
d. Dominasi Warna:
Setiap karya ada warna yang mendominasi sesuai visi dan misi dari semangat yang
melatabelakangi membuat sebuah karya. Gunakan warna yang saling mendukung tidak
kontra produktif antara warna yang satu dengan warna yang lain. Setiap sentuhan
garis dan warna memiliki makna filosofi yang memiliki nilai estetika.
e. Dominan pada
letak/Penempatan: Faktor penunjang sebuah karya
seni desain grafis digital adalah tempat/lingkungan dimana diletakkan
atau dipajang yang mudah dilihat oleh orang.
f. Menyatukan Arah:
setiap karya harus memiliki poit of view.
Sebagai daya tarik awal bagi mad’u.
g. Menyatukan bentuk:
Bentuk yang tidak boleh terlalu rumit sehingga responden sulit mencernah person
yang ingin disampaikan. Dengan demikian pesan yang disampaikan harus jelas, dan
memiliki satu kesatuan bentuk yang dapat memacu adrenalin responden sehingga
mudah dicernah.
h. Keseimbangan atau balance yang dimaksudkan disini adalah
semua bidang ruang titik fokus objek yang didesain memiliki simetris, memusat,
dan menyebar. Ke-3 model keseimbangan ini memilki karakter dan kekuatan
tersendiri, sebagai seorang desainer grafis hanya perlu memperhatikan kondisi
budaya dan naluri (psikologi) responden setempat.
2. Implementasi desain
grafis dakwah
Disiplin
kajian ini termasuk pengembangan ilmu yang berbasis ilmu terapan dalam rumpun
ilmu dakwah, dengan menggunakan peran desain grafis sebagai media penunjang
dalam melakukan kemasan dakwah lewat software
desain grafis yang secara spesifik sangat efektif bagi proses transformasi
pesan dakwah, baik secara verbal
maupun non verbal. Efektifitas peran
desain grafis ini karena memiliki fasilitas program estetika sehingga pesan
dapat dikemas semudah mungkin untuk mempermudah pesan dakwah yang sulit
difahami oleh mad’u tertentu.
Peran
strategis ini, hemat penulis dapat memaksimalkan tingkat penyerapan informasi
dakwah kepada mad’u. Pesan dakwah
perlu dikemas dalam berbagai kreasi bentuk informasi yang mudah dipahami oleh mad’u. Hal ini merupakan satu bentuk
gagasan paradigma untuk mengeksplorasi pesan-pesan Al-Quran, Hadis, dan artepak
budaya Islam yang banyak mengandung nilai-nilai dakwah yang dapat memberikan
proposisi atau pelajaran yang berimplikasi pada perbaikan prilaku bagi mad’u.[12]
Proposisi
atau pelajaran dalam implementasi dakwah dikemas lewat software desain grafis sebagai media pembantu dalam memberikan publikasi dakwah. Salah
satu contoh software yang dapat
digunakan sebagai media produksi dakwah yang interaktif melalui teknologi informasi
adalah sebagai berikut sesuai kekuatan masing-masing software dalam melakukan kemasan dakwah:
1. Untuk
membuat pemetaan dakwah, mapping dakwah, dan bebagai macan fasilitas kemudahan
yang ditawarkan untuk memudahkan panca indra menyerap informasi dakwah. Media software yang digunakan adalah corelDraw yang ditemukan oleh Corel Corp
di Kanada. Software ini memiliki
banyak kelebihan dalam membuat gambar dan animasi.
2. Untuk
melakukan Gerakan animasi vektor seorang praktisi programmer dakwah dapat
memilih software animasi flas MX, Swis dan sejenisnya. Sedangkan untuk
mendesain pesan dakwah yang berbentuk film menggunakan adobe premier, 3 D Max,
3 Maya dan software sejenisnya.
Karakter software ini bersifat audio visual.
3. Untuk mendesain foto pilihan software yang digunakan adalah: adobe photoshop, photo impact,
photo studio, swis max photo. Dan sejenisnya dapat dapat merubah photo menjadi
menarik. Hemat penulis untuk menghasilkan karya yang monumnetal perlu
menggunakan Software original. Tetapi
jika pemula dapat menggunakan software
yang dijual di counter software.
4. Untuk
mendesain audio yang telah banyak
dipasarkan di couter-counter penjual
software audio seperti yang digunakan oleh RRI, radio Swasta dan media conversi pesan dalam berbagai ekstensi file.
5. Untuk
mengkoversi dari data, flif book (bukuk digital), Word ke
Fdf, atau sejenisnya juga ada software tersendiri yang dapat memberikan
kemudahan dalam mengolah data dakwah yang akan dipublikasikan.[13]
Semua
contoh software desain grafis
tersebut saling terkait dan terintegrasi dalam melakukan kemasan dakwah. Pada
prinsipnya banyak yang dapat dilakukan oleh praktisi dawkah yang bergerak
dibidang kemasan dakwah seperti mengeksplorasi seni budaya Islam ini. Mendapatkan hasil publikasi dakwah yang lebih elegan serta dapat diakses
bagi siapa saja yang membutuhkan seni budaya Islam sebagai pilihan
informasi Islam yang berbasis digital.
Desain grafis Dakwah ini bukan sekedar sarana dakwah dan komunikasi tetapi ilmu
yang membahas tentang pencitraan dakwah lewat kemasan produk-produk dakwah
memudahkan panca indra mad’u
menyerapnya.[14] Dengan demikian mad’u
(penerima informasi) dimanjakan dengan berbagai macam sentuhan sugesti estetika
yang dapat memacu adrenalin anda dari
tidak senang menjadi senang.
Desain
grafis dakwah merupakan cabang dari Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) yang
secara khusus mengeksplorasi cara mengemas pesan dakwah dengan menggunakan
teknologi komputer grafis sebagai media dalam memproduksi pesan dakwah.[15]
Kecanggihan program desain grafis lewat lembaran eletronik yang dimiliki dapat
mempermudah praktisi dakwah mengeksplorasi pesan-pesan dakwah dengan berbagai
kemasan dakwah dalam berbagai kemasan.[16]
Pesan-Pesan Multimedia dakwah yang telah dikemas dalam sebuah software
desain grafis dapat melahirkan sebuah database
informasi agama yang dapat memudahkan mad’u
dalam mengakses informasi sebagai kebutuhan untuk menambah ilmu pengetahuan
lewat informasi yang disediakan oleh media publikasi dakwah kontemporer. Sebagai contoh software maktaba syamila, hadis digital, Iqra Digital Al-Quran
Digital, kamus bahasa Arab, dan sejenisnya. Semua ini memberikan kemudahan
panca indra mad’u memahami Islam.[17]
Semua produk desain grafis dakwah yang telah diproduksi lewat software desain grafis dapat
dipublikasikan dalam berbagai macam model media seperti: Radio, Televisi,
Telephon seluler, SMS, Melalui 3G (Hp yang memiliki fasilitas 3G), Bahasa
Pemograman, Seperti visual basic, Cobol, java script, HTML, email Blogger,
website dan sejenisnya.
Dakwah masa
depan juga harus memberikan cita rasa kepada umat. Semakin banyak pilihan
kemasan informasi semakin cepat transformasi pesan-pesan agama sampai kepada mad’u.
III. KESIMPULAN
1. Peran Desain Grafis sangat signifikan dalam melakukan
kemasan publikasi dakwah, karena program
ini memiliki banyak perspektif, citarasa dan paradigma untuk mengolah data (kemasan data dakwah). Hal
dapat memudahkan panca indra mad’u dalam menerima informasi agama
lewat sentuhan gradasi warna yang dapat membantu panca indra manusia untuk
menyerap pesan-pesan agama dengan efektif.
2. Implementasi desain grafis dakwah membuat pemetaan dakwah, Media software yang digunakan adalah corelDraw
yang ditemukan oleh Corel Corp di Kanada. Software
ini memiliki banyak kelebihan dalam membuat gambar dan animasi. Sedangkan untuk melakukan gerakan animasi vektor
seorang praktisi programmer dakwah dapat memilih software
animasi flas MX, Swis dan sejenisnya. Sedangkan untuk mendesain pesan dakwah
yang berbentuk film Untuk mengkoversi dari data, flif book (bukuk
digital), Word ke Fdf, atau sejenisnya juga ada software tersendiri yang
dapat memberikan kemudahan dalam mengolah data dakwah yang akan dipublikasikan. Semua hasil produksi ini dapat disesuaikan
dengan media Radio, Televisi, Telephon seluler, SMS, Melalui 3G (Hp yang
memiliki fasilitas 3G), Bahasa Pemograman, Seperti visual basic, Cobol, java script, HTML, email Blogger,
website dan sejenisnya.
[1]H. M. Arifin, Psikologi Dakwah (Cet. VII; Jakarta:
BUmi Aksara), h. 17
[2]W. Stephen Littlejonh, Theory of Human Communication (Usa
Wadsworth Publishing Company, 1996), h. 362.
[4]ibid
[6]Dani Darmawan, Biologi Komunikasi Berbasis Multimedia
(Cet. II; Badung: Widya Press, 2009), h. 34.
[7]Moh. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, (Cet. I; Jakarta: Prenada
Group, 2007), h. 73.
[8]Kusdiyanto, Desain Komunikasi Visual: Berbasis Advertising Multimedia (Cet. I;
Yogyakarta: Andi Press, 2007), h. 15.
[12]Muhammad Firdaus (Dosen Dakwah
dan Komunikasi UIN Alauddin) Makalah Komunikasi Islam dipresentasikan pada
mahasiswa program S3 di Universitas Alauddin Makassar pada tanggal 9 April
tahun 2001 jam 09.00 wit.
[13]Hendi Hendratman, After Effect Versi 7.0: Videografi, Animasi
(Cet. I; Bandung: Media Komputindo, 2009), h. 19.
[14]Gill Branston & Roy Stafford,
The Media Student’s Book. Third Edition
(Londonn Usa, Canada: Routledge aylor & Prancis Group, 2003), h. 280.
[15]Berger, What Is Communication,
(Cet. New Yok: Seage Press, 2010), h. 21
[16]Syarifudin, Sistem Informasi Dakwah, (Cet. I; Makassar: Alauddin Press, 2010),
h. 56.
[17]Syarifudin, Bimbingan Dakwah Digital: Media Publikasi Dakwah (Makassar:
Alauddin Press, 2010), h. 17
Tidak ada komentar:
Posting Komentar