Kamis, 26 September 2013

MATERI Desain Grafis

MATERI PERKULIAHAN desainn grafis
a.   Pengertian
Untuk menghindari penafsiran yang keliru dalam judul makalah ini, perlu penulis berikan definisi pengertian judul makalah ini, sebagai batasan kajian dalam makalah ini yang berjudul“Peran desain grafis terhadap  publikasi dakwah” adalah: Ajakan untuk memperbaiki umat dengan menggunakan program desain grafis sebagai media kemasan dakwah untuk memudahkan mad’u(umat) memahami pesan-pesan Islam yang dikonsturksi secara interaktif untuk  memperbaiki prilaku umat menjadi baik.

b.  Landasan Normatif
Sebagai pijakan dalam kajian ini penulis berlandaskan pada Hadis Rasulullah saw. Khotibunnasi ‘ala qadri ‘ukulihim artinya: Sampaikanlah informasi atau berbicaralah kepada manusia sesuai dengan tingkat akal, budaya, pikiran dan tingkat kecerdasannya.[1] Makna yang tersirat dalam hadis ini, bahwa untuk menyampaikan pesan agama perlu ada media penunjang untuk membantu Dai dalam memudahkan mad’u menerima informasi agama dari Dai dan Muballigh.

c.   Teori
Kajian desain grafis terhadap publikasi dakwah pada prinsipnya banyak teori sebagai pilihan untuk mengungkap permasalah dalam proses transformasi pesan agama tetapi penulis memilih teori McLuhan yang dikutip Stephen sebagai pijakan paradigma untuk menelaah peran desain grafis terhadap publikasi dakwah. Teori media McLuhan mengatakan bahwa media adalah perpanjangan panca indra manusia.[2] Dalam aplikasi teori ini dapat dilihat dalam skema sistem informasi berikut ini sebagai pola atau unsur-unsur dalam mendesain pesan dakwah.
SKEMA DAKWAH copy
d.   Analisis
1.     Peran Desain Grafis
Sebelum menganalisis peran desain grafis perlu dideskripsikan peran desain grafis dalam lintasan sejarah dalam perkembangan hidup manusia banyak mengandung hal-hal yang filosofis, misteri, terhadap keunikan manusia cara mencurahkan pikiran, perasaan, keinginan dan kepentingannya. Keunikan manusia ini, melahirkan peradaban yang maju dikala itu. Sebagai contoh karya Masterpiesce tentang lukisan sapi betina sebagai alat menggarap sawah di dinding gua yang pernah dibuat oleh seniman masa lalu dengan  teknologi apa adanya.[3] Gambar ini jika dilihat secara sepintas maka ia sepeleh tetapi telah memberikan kontribusi besar terhadap inspirasi dari gambar tersebut bagi pengembangan ilmu desain grafis selanjutnya.
Salah satu kekuatan karya-karya masa lalu adalah menjadi rujukan inspirasi bagi desainer masa moderen khususnya dibidang komputer grafis.  Karya desainer grafis masa pra-sejarah mengekspresikan perasaan seninya lewat  dinding  goa, kulit binatang, pelepah kurma, kayu dan dimana saja yang dapat mereka tulis sesuai kondisi dimasanya.[4] Perkembangan ini terus berlangsung sehingga sampai pada masa komputerisasi  hampir semua produk karya manusia didesain lewat komputer. Ekspresi mereka ini jika ditelaah juga mengadung nilai-nilai dakwah yang cukup memberikan inspirasi dalam perkembangan teknologi dewasa ini.
Sebuah karya desain grafis khususnya bidang seni elektronik terbentuk dari prinsip-prinsip dari pengalaman, variasi, irama (panjang lebar,tinggi rendah) sehingga dapat dikatan garis sebagai sesuatu yang menungjang tanpa dimensi. Garis secara terminologi adalah kumpulan titik-titik. Semua gambar dapat berbentuk dari hasil kumpulan titik. Hal ini tampak pada ekspresi pikiran, perasaan, kepentingan yang kerap kali ditulis pada tembok, pasir, kertas, kayu, batu, logam, daun, dan dinding.
Jika unsur alam dapat menghiasi bingkai pesan-pesan dakwah bi al-Qalam elektronik yang dikemas lewat komputer grafis maka dapat membantu otak menerima informasi. Peran desain grafis terhadap publikasi dakwah dapat membantu otak mad’u lewat pesan yang telah dikemas dalam bentuk multimedia sebagaimana yang ada sekarang adalah program hadis digital yang terdiri dari sembilan kitab (kitabutis’ah).[5]  Dengan kemasan hadis dalam bentuk kitab digital seperti ini dapat mempermudah  Dai dan Muballigh mendapatkan hadis yang berhubungan dengan tema ceramah yang akan disampikan kepada mad’u.
Peran desain grafis mengolah data untuk memudahkan panca indra mencernanya, serta dapat memacu adrenalin untuk memahami hadis-hadis tersebut dengan model animasi yang interaktif menerima pesan dakwah.[6] Dalam implementasi dakwah peran desain grafis dakwah sebagai media untuk mengemas pesan-pesan dakwah sangat memudahkan umat Islam untuk mengaksesnya dibanding mencari kitab hadis yang belum diolah menjadi sebuah pesan-pesan dakwah digital. 
Pesan-pesan dakwah digital sampai sekarang ini masih mengalami kendala dalam berbagai aspek akibat keterbatasan Sumber Daya Dai dan Muballigh dalam bidang desain grafis sebagai media produksi kemasan informasi. Keterbatasan ini memperlambat penyebaran pesan-pesan dakwah dalam mudahkan para Dai dan Muballigh dalam mengakses hadis, Al-Quran, pandangan para ulama dalam berbagai literatur disiplin ilmu demi kebutuhan dakwah masih sangat minim.[7] Hemat penulis untuk pengembangan dakwah kedepan kemasan dakwah turut memberikan akselerasi pesan-pesan dakwah kepada mad’u.
Pesan dakwah tidak boleh monoton lagi tetapi ia laksana supermarket Dai dan Muballigh perlu menyediakan berbagai macam pilihan kebenaran bagi mad’u sesuai karakter budaya, tingkat pendidikan, yang dimiliki mad’u. Kemasan yang lebih menarik untuk memberikan ketertarikan kepada orang untuk mengikuti ajakan tersebut.  Memberikan ketertarikan pada sebuah elemen pesan dakwah secara umum ada enam unsur yang harus saling terintegrasi yang digunakan dalam desain grafis multimedia motion diantaranya sebagai berikut:
a.    Teks/simbol: adalah dasar dari semua aplikasi sebagai tampilan makna dilayar style fonts yang ditampilkan dipilih yang nyaman dipandang mata sehingga dapat menarik perhatian panca indra.  Teks adalah bagian dari desain grafis yang mempelajari bentuk bentuk huruf yang sesuai dengan pesan yang akan disampaikan.
b.    Image: gambar atau vektor/bitmap kekuatan gambar lebih kuat memengaruhi  mad’u dibanding dengan sebuah teks.
c.    Movie: gerakan, sebuah pesan akan lebih menarik jika terjadi motion (gerakan) dalam mendesain pesan dakwah.
d.    Animation: Begitupula animation merupakan unsur yang harus ada dalam sebuah pesan dakwah. Unsur animation yang bergerak dapat menjelaskan lebih akurat jika dibandingkan dengan movie,  kelebihan animasi gambar dapat di ulang-ulang sesuai keingin mad’u.
e.    Sound: Suara yang disertakan memiliki kekuatan tersendiri yang dapat mendramatisir pesan dakwah lebih menarik. Suara juga punya kelebihan jika gambar bersuara sehingga memiliki karakter.
f.     User Control: Kelengkapan fasilitas pesan dakwah yang digunakan Dai dan Muabbligh untuk mengendalikan program. Misalnya perpindahan dari halaman kehalaman lainnya.[8]  Inilah hemat penulis yang harus terintegrasi dalam sebuah pesan dakwah yang akan dikemas dalam software desain grafis dakwah.

Jika semua elemen ini dapat diintegrasikan dalam mendesain pesan dakwah maka secara teoritis pesan dakwah tersebut telah memiliki unsur estetika yang mudah dicernah oleh panca Indra sebagaimana teori McLuhan tentang media sebagai perpanjangan panca indra manusia. Karena pentinganya  hal tersebut sehingga di butuhkan progrmammer Desain grafis dakwah yang memiliki keterampilan  dan ketajaman intuisi menyangkut keindahan yang akan dikemas lewat komputer grafis.
Menurut  Kusdiyanto bagi praktisi dakwah yang selama sebagai akademisi desain komunikasi visual kecerdasan imajinasi seseorang sangat tergantung pada kepekaan terhadap kemudahan seorang praktisi mendesain produk dakwah lewat kemasan informasi dakwah yang diproduksi secara khusus pada komputer grafis.[9] Dalam kajian ini khusus menggunakan fasilitas komputer grafis untuk mengeksplorasi pesan-pesan dakwah.
Kajian ini khusus mendesain produk pesan dakwah yang dikemas dengan teknologi komputer grafis sehingga perlu mempelajari tahap-tahap dan unsur-unsur komputer grafis dengan kemampuan masing-masing sehingga dapat mengetahui daya jangkau dan kekuatan komputer grafis.
Kemampuan melakukan penyusunan unsur-unsur dalam sebuah gambar, pesan dalam sebuah publikasi turut menentukan kualitas informasi yang menakjubkan. Sebuah produk yang tidak berguna bagi orang lain dapat dijadikan sebagai produk yang bernilai tinggi jika telah disentuh oleh ilmu desain grafis dakwah. Karena berdasarkan ada pesan Tuhan tidak ada satupun ciptaan Tuhan yang ada dimuka bumi ini dicipatakan sia-sia tetapi semua memiliki fungsi yang orang belum temukan apa manfaat dan kelebihan sebuah produk.[10] Dengan bantuan program desain grafis kemasan informasi dakwah dapat menghasilkan karya yang dapat merubah image seseorang menjadi lebih mudah memahami ajaran Islam.
Unsur dalam sebuah objek pesan dakwah memiliki sikap dan karakter masing-masing yang memiliki fungsi sistemik saling menungjang dan memperteguh satu-sama lain. Mulai dari titik, garis, gradasi warna, yang diproduksi lewat sentuhan mouse dan key board  sebagai alat input dari komputer grafis dakwah.
Seorang desainer, dengan nalar perasaannya, dapat membangun emosi secara permanen sehingga dapat memancing sensasi, presepsi, sugesti, dan memperkayan imajinasi orang yang menerima informasi itu dalam berbagai bentuk seperti gambar, garis, simbol dan pesan yang bersuara atau tersusun dari  multimedia.    
Kecerdasan imajinasi dapat muncul pada diri seseorang dilatarbelakangi oleh beberapa faktor utama yaitu: faktor membaca dan kebiasaan mengolah perasaan, emosi yang diekspresikan lewat gagasan karya seni berbasis digital pesan yang dapat memanjakan dirinya dan orang lain. Desainer yang memasuki wilayah subejektifitas karyanya dapat dinilai sebagai produk subjetifitas pula, tetapi desainer yang memasuki wilaya rohani maka hasil dan karyanya dapat bersifat universal sebagaimana sifat air, matahari, bunga, makanan, udara memiliki sifat universal yang tidak pernah keluh-kesah memberikan bantuan kepada manusia siapa saja tidak memilih dia dari agama apa dia tetap istiqamah terhadap ketentuan Tuhan. Inilah puncak pencapaian nilai estetika yang dieksperikan oleh alam sebagai wahana manusia membaca fenomena alam sebagai ibrah untuk membangun kecerdasan imajinasi.
Ciptaan Tuhan ini tidak pernah tersinggung, capek, malas melayani manusia selama 24 jam mereka konsisten terhadap kodrat yang telah ditentukan oleh Tuhan dengan tampilan wajah yang indah dengan struktur alam yang memiliki banyak paradigma. Hemat penulis inilah karya seni yang memiliki nilai seni yang permanen. Konsep ini, dapat dijadikan sumber pengetahuan untuk memberikan analogi bagi kemudahan perkembangan ilmu desain grafis dakwah.[11]
Desain grafis dakwah yang professional perlu mengetahui komposisi. Komposisi berarti pengorganisasi unsur-unsur rupa yang disusun dalam karya desain grafis dakwah untuk memanjakan mata mad’u jika mengakses data. Atau dapat dimaknai juga komposisi menurut Syariafudin komposisi adalah menempatkan sesuatu objek  berdasarkan fungsinya/karakter yang tepat sehingga dapat memudahkan panca indra manusia dalam mennyerap pesan-pesan dakwah. Hal ini diperkuat oleh teori Mc Luhan bahwa media adalah merupakan perpanjangan panca indra manusia maka unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam kemasan dakwah adalah prinsip-prinsip  komposisi pesan dakwah antara lain:
a.    Kesatuan: Satu ide yang tersusun dari unsur-unsur warna, garis, teks citarasa, yang saling mendukung dan membentuk satu kekuatan karakter yang indah dan menarik perhatian panca indra manusia.
b.    Menentukan dominasi dalam sebuah titik fokus sehingga pesan yang disampaikan bisa tepat sasaran.  Misalnya dalam sebuah karya desain grafik seni budaya Islam. Terdapat brosur tentang sejarah masuknya Islam di Maluku. Dalam tulisan itu di tonjolkan tokoh pembawa Islam dengan menggunakan bahasa khas sehingga orang dengan mudah inti pesan yang disampikan.  Begitu pula dalam dunia fotografi ada titik fokus yang perlu ditonjolkan dalam komposisi image (foto) sehingga mata dapat mendeteksinya bahwa yang dimaksudkan dalam foto ini adalah ini yang ditonjolkan atau pesan yang ingin disampaikan.
c.    Dominasi Ukuran: sebuah karya desain grafis ukuran memiiliki daya  tarik tersendiri. Untuk semua bidang perlu diberi sentuhan garis sehingga semua bidang saling menunjang dan mengokohkan.
d.    Dominasi Warna: Setiap karya ada warna yang mendominasi sesuai visi dan misi dari semangat yang melatabelakangi membuat sebuah karya. Gunakan warna yang saling mendukung tidak kontra produktif antara warna yang satu dengan warna yang lain. Setiap sentuhan garis dan warna memiliki makna filosofi yang memiliki nilai estetika.
e.    Dominan pada letak/Penempatan: Faktor penunjang sebuah karya  seni desain grafis digital adalah tempat/lingkungan dimana diletakkan atau dipajang yang mudah dilihat oleh orang.
f.     Menyatukan Arah: setiap karya harus memiliki poit of view. Sebagai daya tarik awal bagi mad’u.
g.    Menyatukan bentuk: Bentuk yang tidak boleh terlalu rumit sehingga responden sulit mencernah person yang ingin disampaikan. Dengan demikian pesan yang disampaikan harus jelas, dan memiliki satu kesatuan bentuk yang dapat memacu adrenalin responden sehingga mudah dicernah.
h.    Keseimbangan atau balance yang dimaksudkan disini adalah semua bidang ruang titik fokus objek yang didesain memiliki simetris, memusat, dan menyebar. Ke-3 model keseimbangan ini memilki karakter dan kekuatan tersendiri, sebagai seorang desainer grafis hanya perlu memperhatikan kondisi budaya dan naluri (psikologi) responden setempat.


2.  Implementasi desain grafis dakwah    
Disiplin kajian ini termasuk pengembangan ilmu yang berbasis ilmu terapan dalam rumpun ilmu dakwah, dengan menggunakan peran desain grafis sebagai media penunjang dalam melakukan kemasan dakwah lewat software desain grafis yang secara spesifik sangat efektif bagi proses transformasi pesan dakwah, baik secara verbal maupun non verbal. Efektifitas peran desain grafis ini karena memiliki fasilitas program estetika sehingga pesan dapat dikemas semudah mungkin untuk mempermudah pesan dakwah yang sulit difahami oleh mad’u tertentu.  
Peran strategis ini, hemat penulis dapat memaksimalkan tingkat penyerapan informasi dakwah kepada mad’u. Pesan dakwah perlu dikemas dalam berbagai kreasi bentuk informasi yang mudah dipahami oleh mad’u. Hal ini merupakan satu bentuk gagasan paradigma untuk mengeksplorasi pesan-pesan Al-Quran, Hadis, dan artepak budaya Islam yang banyak mengandung nilai-nilai dakwah yang dapat memberikan proposisi atau pelajaran yang berimplikasi pada perbaikan prilaku bagi mad’u.[12]
Proposisi atau pelajaran dalam implementasi dakwah dikemas lewat software desain grafis sebagai media pembantu dalam  memberikan publikasi dakwah. Salah satu contoh software yang dapat digunakan sebagai media produksi dakwah yang interaktif melalui teknologi informasi adalah sebagai berikut sesuai kekuatan masing-masing software dalam melakukan kemasan dakwah:
1.    Untuk membuat pemetaan dakwah, mapping dakwah, dan bebagai macan fasilitas kemudahan yang ditawarkan untuk memudahkan panca indra menyerap informasi dakwah. Media software yang digunakan adalah corelDraw yang ditemukan oleh Corel Corp di Kanada. Software ini memiliki banyak kelebihan dalam membuat gambar dan animasi.
2.    Untuk melakukan Gerakan animasi vektor seorang praktisi programmer dakwah dapat memilih  software animasi flas MX, Swis dan sejenisnya. Sedangkan untuk mendesain pesan dakwah yang berbentuk film menggunakan adobe premier, 3 D Max, 3 Maya dan software sejenisnya. Karakter software ini bersifat audio visual.
3.    Untuk  mendesain foto pilihan software yang digunakan adalah: adobe photoshop, photo impact, photo studio, swis max photo. Dan sejenisnya dapat dapat merubah photo menjadi menarik. Hemat penulis untuk menghasilkan karya yang monumnetal perlu menggunakan Software original. Tetapi jika pemula dapat menggunakan software yang dijual di counter software.
4.    Untuk mendesain audio yang telah banyak dipasarkan di couter-counter penjual software audio seperti yang digunakan oleh RRI, radio Swasta dan media conversi pesan dalam berbagai ekstensi file.
5.    Untuk mengkoversi dari data, flif book (bukuk digital),  Word ke Fdf, atau sejenisnya juga ada software tersendiri yang dapat memberikan kemudahan dalam mengolah data dakwah yang akan dipublikasikan.[13]

Semua contoh software desain grafis tersebut saling terkait dan terintegrasi dalam melakukan kemasan dakwah. Pada prinsipnya banyak yang dapat dilakukan oleh praktisi dawkah yang bergerak dibidang kemasan dakwah seperti mengeksplorasi  seni budaya Islam ini. Mendapatkan hasil publikasi dakwah yang lebih elegan serta dapat diakses bagi siapa saja yang membutuhkan seni budaya Islam sebagai pilihan informasi Islam yang berbasis digital. Desain grafis Dakwah ini bukan sekedar sarana dakwah dan komunikasi tetapi ilmu yang membahas tentang pencitraan dakwah lewat kemasan produk-produk dakwah memudahkan panca indra mad’u menyerapnya.[14] Dengan demikian mad’u (penerima informasi) dimanjakan dengan berbagai macam sentuhan sugesti estetika yang dapat memacu adrenalin anda  dari tidak senang menjadi senang.
Desain grafis dakwah merupakan cabang dari Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) yang secara khusus mengeksplorasi cara mengemas pesan dakwah dengan menggunakan teknologi komputer grafis sebagai media dalam memproduksi pesan dakwah.[15] Kecanggihan program desain grafis lewat lembaran eletronik yang dimiliki dapat mempermudah praktisi dakwah mengeksplorasi pesan-pesan dakwah dengan berbagai kemasan dakwah dalam berbagai kemasan.[16]
Pesan-Pesan Multimedia dakwah yang telah dikemas dalam sebuah software desain grafis dapat melahirkan sebuah database informasi agama yang dapat memudahkan mad’u dalam mengakses informasi sebagai kebutuhan untuk menambah ilmu pengetahuan lewat informasi yang disediakan oleh media publikasi dakwah kontemporer.  Sebagai contoh software maktaba syamila, hadis digital, Iqra Digital Al-Quran Digital, kamus bahasa Arab, dan sejenisnya. Semua ini memberikan kemudahan panca indra mad’u memahami Islam.[17] Semua produk desain grafis dakwah yang telah diproduksi lewat software desain grafis dapat dipublikasikan dalam berbagai macam model media seperti: Radio, Televisi, Telephon seluler, SMS, Melalui 3G (Hp yang memiliki fasilitas 3G), Bahasa Pemograman, Seperti visual basic, Cobol, java script, HTML, email Blogger, website dan sejenisnya.
Dakwah masa depan juga harus memberikan cita rasa kepada umat. Semakin banyak pilihan kemasan informasi semakin cepat transformasi pesan-pesan agama sampai kepada mad’u.

III. KESIMPULAN
1.    Peran Desain Grafis sangat signifikan dalam melakukan kemasan publikasi dakwah, karena  program ini memiliki banyak perspektif, citarasa dan paradigma untuk  mengolah data (kemasan data dakwah). Hal dapat  memudahkan panca indra mad’u dalam menerima informasi agama lewat sentuhan gradasi warna yang dapat membantu panca indra manusia untuk menyerap pesan-pesan agama dengan efektif.
2.    Implementasi desain grafis dakwah  membuat pemetaan dakwah, Media software yang digunakan adalah corelDraw yang ditemukan oleh Corel Corp di Kanada. Software ini memiliki banyak kelebihan dalam membuat gambar dan animasi. Sedangkan  untuk melakukan gerakan animasi vektor seorang praktisi programmer dakwah dapat memilih  software animasi flas MX, Swis dan sejenisnya. Sedangkan untuk mendesain pesan dakwah yang berbentuk film Untuk mengkoversi dari data, flif book (bukuk digital),  Word ke Fdf, atau sejenisnya juga ada software tersendiri yang dapat memberikan kemudahan dalam mengolah data dakwah yang akan dipublikasikan. Semua hasil produksi ini dapat disesuaikan dengan media Radio, Televisi, Telephon seluler, SMS, Melalui 3G (Hp yang memiliki fasilitas 3G), Bahasa Pemograman, Seperti visual basic, Cobol, java script, HTML, email Blogger, website dan sejenisnya.












[1]H. M. Arifin, Psikologi Dakwah (Cet. VII; Jakarta: BUmi Aksara), h. 17
[2]W. Stephen Littlejonh, Theory of Human Communication (Usa Wadsworth Publishing Company, 1996), h. 362.
[3]op. cit, h. Kusdiyanto, h. 17.
[4]ibid
[5]op.  cit., Ono W. Purbo, e-Lerning Berbasis PHP dan MySQL …h. 10.
[6]Dani Darmawan, Biologi Komunikasi Berbasis Multimedia (Cet. II; Badung: Widya Press, 2009), h. 34.
[7]Moh. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, (Cet. I; Jakarta: Prenada Group, 2007), h. 73.
[8]Kusdiyanto, Desain Komunikasi Visual: Berbasis Advertising Multimedia (Cet. I; Yogyakarta: Andi Press, 2007), h. 15.
[9]Ibid., Kusdiyanto, Desain Komunikasi Visual…  h. 15.
[10]Ibid., Kusdiyanto, Desain Komunikasi Visual…  h. 15. 
[11]Op. cit., Kusdiyanto, h. 19.
[12]Muhammad Firdaus (Dosen Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin) Makalah Komunikasi Islam dipresentasikan pada mahasiswa program S3 di Universitas Alauddin Makassar pada tanggal 9 April tahun 2001 jam 09.00 wit.
[13]Hendi Hendratman, After Effect Versi 7.0: Videografi, Animasi (Cet. I; Bandung: Media Komputindo, 2009), h. 19.
[14]Gill Branston & Roy Stafford, The Media Student’s Book. Third Edition (Londonn Usa, Canada: Routledge aylor & Prancis Group, 2003), h. 280.
[15]Berger, What Is Communication, (Cet. New Yok: Seage Press, 2010), h. 21
[16]Syarifudin, Sistem Informasi Dakwah, (Cet. I; Makassar: Alauddin Press, 2010), h. 56.
[17]Syarifudin, Bimbingan Dakwah Digital: Media Publikasi Dakwah (Makassar: Alauddin Press, 2010), h. 17 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar